|
03 Februari 2010 Pendampingan komunitas Kalyanamitra sendiri memfokuskan pada pembentukan kesadaran kritis dan penggalian pengetahuan lokal yang berharga mengenai perempuan. Dialog atau musyawarah yang demokratis sangat diutamakan dalam proses ini. Usulan komunitas menjadi sumber utama dari gagasan kampanye Kalyanamitra. Kemudian, perempuan yang melanjutkan untuk berperan dalam proses-proses kampanye, berpartisipasi dalam perencanaan, membuat keputusan, dan melaksanakan program. Sebelum mengenal Yayasan Kalyanamitra komunitas di Muara Baru ini mempunyai usaha kecil yang bersifat rumahan yaitu membuat tas dan kerajinan lainnya dari kantong semen. Usaha tersebut dilakukan sendiri-sendiri oleh para ibu-ibu. Kemudian hadir Yayasan Kalyanamitra ditengah-tengah mereka untuk menyatukan usaha-usaha perumahan tersebut. Tidak hanya soal pemberdayaan ekonomi yang dilakukan tetapi forum diskusi mengenai masalah-masalah sosial yang diberikan melalui diskusi yang dilakukan setiap seminggu sekali. Untuk keberlangsungan program tersebut, komunitas menginginkan sebuah program yang berkelanjutan. Kegiatan yang akan dilaksanakan diharapkan bukan hanya sekedar forum diskusi. Mereka berharap kelompok diskusi yang sudah ada bisa tetap berjalan tetapi ada juga kegiatan yang bersifat penguatan ekonomi. Maka dalam pertemuan yang diadakan minggu lalu (26/01) komunitas yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu Kelompok Mandiri dan Kelompok Marlina mencoba mendikusikan kegiatan yang bisa dilakukan yang juga bisa untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dari diskusi tersebut ada dua minat yang akhirnya muncul. Kelompok Marlina yang dari awal sudah bergulat dengan kegiatan aksesoris menginginkan dapat membuat lebih banyak dan lebih beragam aksesoris seperti ikat rambut dan lain-lain serta dapat memperluas pemasaranya. Seperti di sampaikan Ibu Iin dari Kelompok Marlina, bahwa selama ini aksesoris yang mereka buat diambil oleh para pedagang keliling untuk di edarkan dari rumah ke rumar. Sementara dari Kelompok Mandiri mengnginkan kegiatan berjualan makanan. Adapun makanan yang mereka pilih adalah soto dan beraneka gorengan serta jus. Kegiatan ini mereka pilih dengan alasan semua orang membutuhkan makan dan daerah tersebut tergolong daerah yang padat penduduknya. Dengan berjualan makanan mereka mempunyai kegiatan dan ada pemasukan untuk menopang kebutuhan rumah tangga. Dalam diskusi tersebut juga dibahas mengenai siapa mengerjakan apa. Sebuah program bisa berjalan apabila dimanage dengan baik. Maka dari itu, Yani, sebagai salah seorang pendamping komunitas dari Yayasan Kalyanamitra menekankan agar siapa mengerjakan apa bisa dibicarakan diawal agar ketika program tersebut sudah berjalan tidak akan terjadi perselisihan antar anggota. Siapa melakukan apa adalah satu hal yang sangat penting dalam menjalankan sebuah kegiatan yang sifatnya berkelompok. ***(JK) |
|
