|
23 Februari 2010 Tahap awal dari pelatihan yang difasilitatori oleh Dr. Irwanto dari Mojokerto tersebut yaitu melakukan transek. Transek sendiri merupakan teknik pengamatan langsung lingkungan dan keadaan sumberdaya dengan cara berjalan menelusuri wilayah tempat mereka tinggal mengikuti suatu lintasan tertentu yang disepakati. Dari hasil tansek tersebut dari Dusun Prasepan, Lumajang, salah satu dusun dimana komunitas dampingan Kalyanamitra berada ditemukan lebih dari 20 jenis tanaman. Hasil temuan-temuan kemudian dibahas satu-persatu manfaat dan kegunanaannya. Anggota komunitas sangat antusias mengikuti pendidikan herbal, hal tersebut dapat dilihat dengan banyaknya peserta yang ikut. Pendidikan herbal dilakukan mengingat daerah tersebut sangat jauh dari akses pelayanan kesehatan. Dengan pendidikan herbal diharapkan komunitas dapat melakukan pengobatan alternatif dengan menggunakan tumbuhan dilingkungan tempat tinggal. Pengobatan herbal sebenarnya sudah ada sejak jaman dulu kala, dimana pengobatan ala barat belum dikenal, penggunaan tanaman berkhasiat obat atau lebih umum dikenal dengan herbal sebenarnya sudah dilakukan oleh masyarakat. Tetapi lambat laun penggunaan tanaman sebagai obat tersingkirkan karena pengaruh perkembangan pengobatan kedokteran yang pesat dan menjadikan herbal sebagai alternatif pilihan saja. Pada zaman kerajaan di nusantara waktu lampau sebenarnya sudah banyak terbukti keampuhan dan khasiat herbal, disamping itu lebih murah meriah, efek samping yang ditimbulkan sangat kecil. Tetapi walaupun begitu masih banyak masyarakat kita yang meragukan khasiat herbal. Dari pendidikan yang masih akan terus dilakukan beberapa tahap tersebut diharapkan dapat lahir kader-kader yang handal dalam melakukan pengobatan herbal untuk dapat membantu lingkungan tempat tinggal. ***(JK) |
|
