ENGLISH    INDONESIA     -
header
title
"Budaya itu sebenarnya harus membebaskan." - La Rose, novelis dan kolumnis
title
internalnationalinternational

title

25 Januari 2010
Bantuan untuk korban gempa Padang: Solidaritas untuk perempuan dan anak

20100125_20100120_FOTO 11.JPG Masih melekat di benak kita akan bencana gempa bumi berkekuatan 7,9 SR yang mengguncang Sumatera Barat pada Rabu (30/09/09) silam. Data terakhir menurut situs resmi Provinsi Sumatera Barat, korban tewas mencapai 1.195 orang. Gempa yang berpusat di Padang Pariaman ini melumpuhkan sebagian besar aktivitas masyarakat dan pemerintah mencanangkan satu bulan setelah gempa sebagai masa tanggap darurat. Tidak sedikit bangunan-bangunan, baik rumah, gedung, sarana umum, dsb, yang hancur rata dengan tanah. Dan kerugian material yang diderita mencapai empat triliyun lebih.

Sebagai wujud solidaritas terhadap korban bencana gempa, Kalyanamitra turut serta mengulurkan tangan melalui program bantuan yang difokuskan kepada perempuan dan anak. Program bantuan ini mendapat dukungan dari American Jewish World Service (AJWS).

Program bantuan dilakukan melalui tiga tahap. Tahap pertama, bantuan telah disalurkan pada 15-16 November 2009 di dua wilayah, yakni: Jorong Hulu Banda, Nagari Malalak Barat, Kec. Malalak, Kab. Agam; dan Korong Rimbo Karanggo, Kec. Sintoga, Kab. Padang Pariaman. Bantuan yang diberikan meliputi pakaian dalam perempuan, pakaian anak, pembalut, selimut, serta sembako. Bantuan disalurkan ke 271 perempuan dan 75 anak di Korong Rimbo Karanggo, serta 300 perempuan dan 83 anak di Jorong Hulu Banda.

Sedangkan bantuan tahap dua dilakukan pada 11-14 Desember 2010. Pendistribusian dilakukan di tiga wilayah, dua diantaranya adalah wilayah yang sama yang memperoleh bantuan tahap satu, yakni: Jorong Hulu Banda dan Korong Rimbo Karanggo. Hal ini dikarenakan program bantuan bersifat berkelanjutan, dengan jenis bantuan yang berbeda. Wilayah lainnya adalah Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuak Basuang, Kabupaten Agam. Bantuan yang diberikan berupa pakaian, sembako, dan obat-obatan. Disalurkan kepada 282 KK di Hulu Banda, 182 di Rimbo Karanggo, dan 234 di Garagahan.

Selain bantuan sandang, pangan, dan papan, Kalyanamitra juga melakukan trauma healing bagi korban bencana untuk perempuan dan anak melalui kegiatan pengadaan alat untuk trauma healing. Proses trauma healing sendiri dilakukan oleh relawan yang juga seorang psikolog.

Dalam melakukan pendistribusian bantuan, Kalyanamitra melakukan assessment kebutuhan terlebih dahulu. Selain itu, wilayah-wilayah yang menjadi target sasaran Kalyanamitra adalah wilayah terpencil dan tidak banyak memperoleh bantuan lain, terutama kebutuhan perempuan dan anak. Sebagai contoh di Korong Rimbo Karanggo, pasca tanggap darurat tidak ada bantuan yang datang lagi selain dari Kalyanamitra. Padahal banyak rumah-rumah yang hancur dan butuh penanganan serius. Di samping itu, kondisi masyarakat korban bencana di tiga wilayah program bantuan ini rata-rata menengah ke bawah dengan mata pencaharian sebagian besar di sektor pertanian.

Perkembangan lokasi bencana

Dari hasil pantauan langsung Kalyanamitra di lokasi, dua bulan setelah gempa atau satu bulan setelah masa tanggap darurat, keadaan masyarakat berangsur pulih. Kota dan kabupaten yang tertimpa bencana telah mulai berbenah diri. Masyarakat mulai merenovasi dan membangun kembali tempat tinggal mereka yang hancur. Namun tetap saja, sebagian besar masih menempati tenda-tenda darurat atau rumah sementara (baik rumah bantuan atau hasil bangun sendiri dari reruntuhan rumah) yang terpasang di halaman rumah. Umumnya masyarakat tidak mau jauh-jauh dari tempat tinggalnya walaupun sebagian besar sangat berbahaya untuk di tinggali. Selain itu, di beberapa wilayah kegiatan perekonomian telah kembali normal. Aktivitas ekonomi mulai berjalan walaupun masih terbatas.

Walau demikian, tidak sedikit pula masyarakat yang kondisinya masih memprihatinkan. Keadaan korban bencana di kota dan kabupaten sangat berbeda kondisinya. Atau lebih tepat, keadaan korban bencana di daerah yang mudah diakses dan tidak mudah di akses (terpencil) sangat berbeda kondisinya. Di daerah-daerah yang sangat sulit dijangkau keadaan korban bencana masih sangat memerlukan bantuan. Umumnya, tidak banyak bantuan yang masuk ke daerah tersebut pasca masa tanggap darurat. Banyak korban yang masih butuh penanganan serius, terutama menyangkut kondisi psikis korban. Trauma healing di beberapa tempat masih sangat dibutuhkan terutama untuk perempuan dan anak.

Lokasi-lokasi program bantuan Kalyanamitra tidak mendapat perhatian cukup serius dari pemerintah. Masyarakat kebanyakan bangkit dan membangun kembali dengan kemampuan mereka sendiri, yang seharusnya merupakan kewajiban pemerintah untuk melakukannya. Mata pencaharian yang paling sentral, yakni pertanian, yang sebagian besar rusak parah tidak menjadi perhatian utama pemerintah. Padahal hal tersebut merupakan hal utama yang diharapkan masyarakat segera diatasi agar mereka dapat kembali menjalankan aktivitasnya. Sampai saat ini aktivitas pertanian masih mengalami hambatan karena belum ada perbaikan irigasi. Bahkan di Hulu Banda terancam krisis pangan karena persediaan pangan hanya cukup sampai bulan Desember. ***(IK)


title contact
JL. Kaca Jendela II No.9. Rawajati, Kalibata, Jakarta 12750
Tel. : 62-21-7902109
Fax. : 62-21-7902112
e-mail : ykm@indo.net.id
website : www.kalyanamitra.or.id
 
title visitor
You are visitor number : 177475