One Thousand Voices: Hentikan Khitan Perempuan!

Kalyanamitra, Jakarta – Awal tahun 2017, Kalyanamitra turut terlibat dalam sebuah proyek One Thousand Voices yang diinisiasi oleh Katya Lucia Berger, seorang produser dan jurnalis multimedia dari New York. Proyek ini berisi tuturan FGM/C dari perempuan di berbagai negara antara lain Kenya, Tanzania, Somalia, Iran, India, Inggris, Amerika Serikat, Jerman, Bahrain, Gambia, Mauritania, Swedia, Eritrea, Australia, Sierra Leone, Mesir, Pakistan, dan Nigeria.

Program ini bertujuan untuk mengampanyekan penghentian praktik FGM/C dalam bentuk apa pun dengan mengumpulkan 1000 rekaman suara perempuan, utamanya para penyintas yang menceritakan pengalamannya terkait FGM, serta menolak praktik berbahaya tersebut terus berlangsung.

Di Indonesia, praktik FGM/C masih banyak dilakukan oleh masyarakat dengan alasan tradisi dan budaya, juga agama. Pada tahun 2016, UNICEF mengeluarkan data global tentang praktik FGM/C dan mengungkap 13,4 juta anak perempuan di Indonesia berusia atau kurang dari 11 tahun mengalami praktik FGM/C.

Rata-rata anak perempuan di Indonesia dikhitan pada rentang bayi baru lahir sampai usia 14 tahun oleh dokter, bidan, atau dukun khitan tradisional. Alat dan metodenya pun bermacam-macam mulai dari simbolis seperti mengusap klitoris anak perempuan dengan kunyit, antiseptik atau daun lontar, dipatuk ayam, sampai perlukaan dengan menggunakan pisau kecil, gunting, jarum, dan lain-lain. Situasi ini sangat memprihatinkan mengingat secara medis FGM/C tidak ada manfaatnya bagi perempuan. Namun sayangnya di Indonesia praktik ini masih dilegitimasi oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri Kesehatan No. 6 Tahun 2014.

Dalam rangka mendukung kampanye penghentian praktik FGM/C melalui One Thousand Voices ini, Kalyanamitra merekam tuturan perempuan penyintas FGM/C dari tiga wilayah yakni Jakarta Utara, Jakarta Timur, serta Majalaya, Bandung.

Saat ini, rekaman suara dari berbagai negara ini telah mencapai 500 testimoni dan akan terus ditambah sehingga mencapai 1000 rekaman suara. Tahun 2018, rekaman suara ini telah diputar pada pameran di museum Zeitz MOCAA (Cape Town), MACAAL (Marrakech), dan MADRE (Naples, Italia). Rekaman ini juga diputar dalam konferensi di Swedia, Portugal (Lisbon), dan Prancis untuk membangun kesadaran publik bahwa FGM/C merupakan masalah global karena terjadi di banyak negara.

Kalyanamitra berharap program One Thousand Voices dapat menyuarakan suara perempuan yang mengalami praktik FGM/C dan menggugah banyak pihak untuk menolak praktik ini, serta mendukung kampanye untuk menghentikannya.***(ik/ren)
  


BERITA LAINNYA

Wednesday, 13 May 2020
[Pernyataan Pers] POKJA PUG COVID-19: Urgensi Pengarusutamaan Gender dalam Penanganan Pandemi COVID-19

Pernyataan Pers
Kelompok Kerja Pengarusutamaan Gender dalam Penanganan Covid-19 (Pokja PUG Covid-19)
“Urgensi Pengarusutamaan Gender dalam Penanganan Pandemi COVID-19”
Kami, perw...

Thursday, 30 April 2020
Pemiskinan Perempuan di Masa Pandemik COVID-19

Kalyanamitra, Jakarta – Beberapa waktu lalu, viral sebuah video para pekerja perempuan menangis dan berpelukan satu sama lain di sebuah toko di daerah Depok, Jawa Barat. Tangisan para pekerja terseb...

Wednesday, 29 April 2020
Kalyanamitra dan Guyub Remen Bergerak Bersama Desa untuk Lawan COVID-19

Kalyanamitra, Kalibawang – Kasus COVID-19 terus meningkat setiap harinya dan tersebar di seluruh Indonesia, baik di desa maupun kota. Untuk mencegah penyebaran wabah ini dibutuhkan kerja sama yang s...

Monday, 27 April 2020
Kekerasan dalam Rumah Tangga Berpotensi Meningkat di Masa Pandemik COVID-19

Kalyanamitra, Jakarta – Pada 6 April 2020, situs New York Times merilis artikel yang memberitakan bahwa kasus kekerasan domestik meningkat selama masa lockdown akibat wabah COVID-19. Beberapa negar...