[Siaran Pers] Revitalisasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) untuk Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia

Gerakan Perempuan Peduli KPPPA, Kamis, 5 September 2019


Presiden Joko Widodo telah terpilih secara demokratis untuk melanjutkan kepemimpinannya pada periode 2019-2024. Pada periode kedua pemerintahannya, pembangunan sumberdaya manusia (pendidikan, kesehatan, sandang, pangan, perumahan, lapangan kerja, sains dan teknologi) akan menjadi salah satu prioritas kinerja Presiden dan kabinetnya sebagaimana dinyatakan dalam pidatonya tanggal 14 Juli 2019. Dalam konteks ini, pemberdayaan dan penguatan perempuan menjadi krusial mengingat masih banyaknya masalah perempuan Indonesia seperti tingginya angka perkawinan anak perempuan, tingginya Angka Kematian Ibu  (AKI) stunting, penggusuran ruang hidup perempuan karena industri ekstraksi, nasib petani dan buruh migran perempuan serta diskriminasi terhadap perempuan terutama dalam konteks menguatnya politisasi identitas. Memastikan ruang hidup perempuan dalam hal akses, menerima manfaat yang setara, membuka ruang partisipasi, dan  pelibatan perempuan untuk mengontrol jalannya pembangunan adalah modalitas kuat untuk mencapai  sumber daya manusia yang lebih berkualitas dan toleran di masa depan.

Merespon hal tersebut, Gerakan Perempuan Peduli KPPPA yang terdiri dari beberapa organisasi perempuan dan Komnas Perempuan bertemu pada tanggal 30 Juli 2019 untuk mendiskusikan kelangsungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) di pemerintahan baru. Hal ini mengingat Kementerian Pemberdayaan Perempuan lahir dari perjuangan gerakan perempuan Indonesia untuk kemerdekaan serta melalui Konvensi CEDAW (Convention on the Elimination of all Forms of Discrimination Against Women). Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah hal yang perlu disampaikan kepada pemerintah RI tentang penguatan kembali mandat Konvensi CEDAW diantaranya fungsi dan keutamaan KPPPA yaitu memperhatikan secara serius persoalan-persoalan perempuan di Indonesia yang masih mengalami diskriminasi di berbagai sektor kehidupan.

Berangkat dari kesejarahan, mandat, dan tantangan perempuan Indonesia yang harus ditangani secara serius, kehadiran KPPPA secara kelembagaan yang menjalankan mandat pengarusutamaan gender yang kuat,  handal, dan mampu melakukan kerja sinergi dengan berbagai sektor, menjadi prioritas agar pemenuhan Hak Asasi Perempuan segera terwujud dan menjawab berbagai tantangan yang dihadapi  perempuan Indonesia.

Oleh karena itu kami individu dan lembaga-lembaga yang tergabung dalam Gerakan  Perempuan Peduli KPPPA mengajukan konsep dan kriteria guna mendukung proses pemilihan yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dalam memilih calon Menteri KPPPA dengan kriteria sebagai berikut:



  1. Memiliki kecintaan kepada Bangsa Indonesia dan pemajuan bangsa, terutama pemajuan perempuan Indonesia;

  2. Memiliki pengalaman dan kerja yang panjang dalam hal penegakkan hak-hak perempuan dan pemberdayaan perempuan di Indonesia;

  3. Memiliki keahlian dibidang kesetaraan gender  sebagai mandat perjuangan Indonesia dalam Konvensi CEDAW dan UU Republik Indonesia Nomor 7 tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan;

  4. Memiliki komitmen demokrasi dan mandat reformasi di Indonesia;

  5. Memiliki komitmen menjalankan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel;

  6. Memiliki pengetahuan dan pengalaman yang baik dalam kerja-kerja birokratis dan koordinasi antarsektor;

  7. Responsif terhadap pendekatan-pendekatan solutif, kreatif, dan inovatif.


Demikian siaran pers ini kami sampaikan sebagai bagian mengawal proses demokrasi khususnya dalam pemilihan calon Menteri KPPPA Periode 2019-2024.


Gerakan Perempuan Peduli  KPPPA

Narahubung: Mike Verawati  (081332929509)


BERITA LAINNYA

Wednesday, 13 May 2020
[Pernyataan Pers] POKJA PUG COVID-19: Urgensi Pengarusutamaan Gender dalam Penanganan Pandemi COVID-19

Pernyataan Pers
Kelompok Kerja Pengarusutamaan Gender dalam Penanganan Covid-19 (Pokja PUG Covid-19)
“Urgensi Pengarusutamaan Gender dalam Penanganan Pandemi COVID-19”
Kami, perw...

Thursday, 30 April 2020
Pemiskinan Perempuan di Masa Pandemik COVID-19

Kalyanamitra, Jakarta – Beberapa waktu lalu, viral sebuah video para pekerja perempuan menangis dan berpelukan satu sama lain di sebuah toko di daerah Depok, Jawa Barat. Tangisan para pekerja terseb...

Wednesday, 29 April 2020
Kalyanamitra dan Guyub Remen Bergerak Bersama Desa untuk Lawan COVID-19

Kalyanamitra, Kalibawang – Kasus COVID-19 terus meningkat setiap harinya dan tersebar di seluruh Indonesia, baik di desa maupun kota. Untuk mencegah penyebaran wabah ini dibutuhkan kerja sama yang s...

Monday, 27 April 2020
Kekerasan dalam Rumah Tangga Berpotensi Meningkat di Masa Pandemik COVID-19

Kalyanamitra, Jakarta – Pada 6 April 2020, situs New York Times merilis artikel yang memberitakan bahwa kasus kekerasan domestik meningkat selama masa lockdown akibat wabah COVID-19. Beberapa negar...