# Kalyanamitra > Pusat Komunikasi dan Informasi Perempuan ## Posts - [Pemblokiran Grok AI Oleh Pemerintah: Pentingnya Negara Memastikan Ruang Aman bagi Perempuan dalam Dunia Digital ](https://kalyanamitra.or.id/siaran-pers/pemblokiran-grok-ai-oleh-pemerintah-pentingnya-negara-memastikan-ruang-aman-bagi-perempuan-dalam-dunia-digital/): Jakarta, 19 Januari 2026 – Kalyanamitra memandang pemblokiran Grok AI oleh pemerintah sebagai momentum untuk menegaskan kembali tanggung jawab negara dalam memastikan pentingnya ruang digital yang aman, adil, dan inklusif, khususnya bagi perempuan dan kelompok rentan lainnya Saat AI yang dikembangkan berfokus pada uji etika keamanan infrastruktur atau kebocoran data tanpa mempertimbangkan potensi kekerasan berbasis gender, maka teknologi hanya akan menjadi alat kekuasaan dan penguasaan. Berbagai informasi visual terutama foto perempuan akan sangat mudah diakses dan dimodifikasi termasuk sangat rawan untuk dijadikan bahan fantasi, objektikasi bahkan pemerasan. Oleh sebab itu, pemanfaatan teknologi melalui kecerdasan buatan ini perlu diatur melalui hukum […] - [Disahkannya UU Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP): Meningkatkan Kerentanan Perempuan dalam Berhadapan Proses Hukum ](https://kalyanamitra.or.id/siaran-pers/disahkannya-uu-kuhap-meningkatkan-kerentanan-perempuan-dalam-berhadapan-proses-hukum/): Jakarta, 28 November 2025 – Kalyanamitra menyampaikan kritik atas disahkannya Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) pada 18 November 2025 lalu. Alih-alih mengoptimalkan perlindungan warga negara, UU yang akan berlaku pada 2 Januari 2026 tersebut tidak hanya memperkuat praktik kriminalisasi terhadap masyarakat sipil, tetapi juga mempertebal kerentanan perempuan dalam berhadapan dengan hukum dan proses peradilan pidana. Banyak pasal yang memperluas kewenangan aparat penegak hukum (APH) namun tanpa mekanisme akuntabilitas yang terukur. Hal ini berpotensi mendorong praktik penyalahgunaan wewenang, intimidasi, serta bentuk-bentuk kekerasan berbasis gender di dalam proses hukum. Perempuan yang ditangkap atau diperiksa berisiko mengalami pelecehan, reviktimisasi, serta proses hukum […] - [Pernyataan Menteri Agama Tentang Kasus Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan Agama (Pesantren): Mengabaikan Fakta dan Menyakiti Korban! ](https://kalyanamitra.or.id/siaran-pers/pernyataan-menteri-agama-mengabaikan-fakta-dan-menyakiti-korban/): Jakarta, 21 Oktober 2025 – Kalyanamitra menggugat pernyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar bahwa kasus kekerasan seksual di pondok pesantren dibesar-besarkan media. Pernyataan tersebut berpotensi menormalisasi kekerasan yang terjadi, melukai korban yang belum mendapat keadilan dan menyesatkan publik karena mengaburkan realitas yang ada.  Fakta menunjukkan sebaliknya. Data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) 2024 mencatat 573 kasus kekerasan di lembaga pendidikan, dengan 20%-nya terjadi di pesantren, bukti bahwa lingkungan pesantren belum sepenuhnya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar. Berdasarkan data Kementerian Agama per 4 Oktober 2025, jumlah santri di Indonesia 2025/2026 mencapai 1.378.687 orang. Dari total tersebut, 726.880 santri laki-laki dan […] - [Meninjau Kembali Kemerdekaan Pasca Aksi Demonstrasi Masyarakat Sipil: Indonesia Masih dalam Penindasan!](https://kalyanamitra.or.id/siaran-pers/meninjau-kembali-kemerdekaan-pasca-aksi-demonstrasi-masyarakat-sipil/): Jakarta, 10/9/2025 – Delapan puluh tahun Indonesia merdeka seharusnya menjadi momentum penting bagi negara untuk memperkuat demokrasi, memenuhi hak asasi manusia (HAM), serta memastikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat, terutama perempuan, anak dan kelompok rentan lainnya. Alih-alih memperbaiki struktur ketidakadilan, pemerintah justru mengesahkan kebijakan yang semakin memperlebar jurang ketimpangan. Salah satunya adalah penetapan besaran penghasilan resmi anggota DPR RI yang mencapai sekitar Rp230 juta per bulan, 42 kali lipat UMR Jakarta. Kebijakan ini diperparah dengan pemberlakuan tunjangan rumah senilai Rp50 juta per bulan (Kompas.com, 26/8/2025). Kebijakan tersebut disahkan di tengah situasi ekonomi nasional yang memburuk, pemutusan hubungan kerja (PHK) massal […] - [Merayakan 40 Tahun Kalyanamitra, Ruang Hidup dan Gerak Bersama Feminisme](https://kalyanamitra.or.id/berita/merayakan-40-tahun-kalyanamitra-ruang-hidup-dan-gerak-bersama-feminisme/): Salah satu pendiri Kalyanamitra, Myra Diarsi, mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk memperlihatkan kepada publik realita kehidupan para aktivis yang sering dipandang sebelah mata. “Ini loh real kehidupan aktivis perempuan yang di luar sana sering dibully, disalahartikan, distigma macam-macam, tapi nyatanya mereka juga ibu rumah tangga, mereka juga pekerja keras, jatuh bangun. Mereka mengalami semua yang pernah dialami manusia,” jelas Myra. Myra menyebut feminisme hanya seruan radikal bahwa perempuan juga manusia.  Menuju kesetaraan, perempuan seringkali terhambat oleh dua faktor utama.  Hambatan pertama berasal dari kebijakan yang bersifat struktural dan diciptakan oleh pihak berkuasa, sementara hambatan kedua berakar pada budaya patriarki yang telah tertanam kuat dalam pola pikir masyarakat. “Tidak boleh berpikir secara bebas, semua […] - [Kalyanamitra: Pemilu 2024 Diwarnai Kekerasan Berbasis Gender, Inilah Dampaknya](https://kalyanamitra.or.id/berita/kalyanamitra-pemilu-2024-diwarnai-kekerasan-berbasis-gender-inilah-dampaknya/): Pada Senin (24/6/2024), Kalyanamitra meluncurkan riset Kekerasan Berbasis Gender dalam Pemilu 2024 di Indonesia. Riset ini merangkum pantauan dari berbagai daerah di Indonesia yang mendokumentasikan bentuk-bentuk kekerasan politik maupun kekerasan berbasis gender (KBG) terhadap perempuan selama pemilihan umum (Pemilu). Untuk mendiseminasikan risetnya, Kalyanamitra mengundang Mike Verawati (Koalisi Perempuan Indonesia), Pramono Ubaid Tanthowi (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia – Komnas HAM), Andi Yentriyani (Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan – Komnas Perempuan), dan Ratna Susianawati (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak – KPPPA) sebagai penanggap temuan riset. Laporan ini diharapkan dapat menjadi bahan atau acuan dalam pembuatan kebijakan Pemilu selanjutnya. Diharapkan, terdapat upaya tegas […] - [Kalyanamitra; Hadir Sebagai Respon Atas Ketidakadilan Pada Perempuan Indonesia](https://kalyanamitra.or.id/artikel/kalyanamitra-hadir-sebagai-respon-atas-ketidakadilan-pada-perempuan-indonesia/): Kalyanamitra berdiri pada tanggal 28 Maret 1985 sebagai respon terhadap ketidakadilan yang dihadapi perempuan Indonesia pada masa itu. Kemunculan Kalyanamitra sebagai organisasi perempuan yang independen pada masa Orde Baru berkuasa, berkaitan dengan munculnya ide perlunya sentra informasi mengenai perempuan. Kalyanamitra menjadi organisasi perempuan kedua yang lahir di masa Orde Baru setelah Yayasan Anisa Swasti (Yasanti) di Yogyakarta. Nama Kalyanamitra berasal dari Bahasa Sanskrit yang artinya “Kawan Baik”. Kalyanamitra didirikan oleh lima orang perempuan yaitu Ratna Saptari, Debra Yatim, Sita Aripurnami, Myra Diarsi, dan Syarifah Sabaroeddin. Pada awal berdirinya, Kalyanamitra ingin mendukung kerja berbagai pihak dalam penguatan buruh dengan memberikan informasi […] - [Kalyanamitra: Perlu peningkatan kapasitas lembaga negara terkait CEDAW](https://kalyanamitra.or.id/berita/kalyanamitra-perlu-peningkatan-kapasitas-lembaga-negara-terkait-cedaw/): Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Yayasan Kalyanamitra Rena Herdiyani menilai diperlukan peningkatan kapasitas dan pemahaman dari lembaga negara, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif terkait dengan penghapusan diskriminasi terhadap perempuan (CEDAW). “Perlu peningkatan kapasitas eksekutif, legislatif, dan yudikatif termasuk APH (aparat penegak hukum) tentang gender dan CEDAW di tingkat nasional dan lokal,” kata Rena dalam webinar bertajuk “40 Tahun Indonesia Menjalankan Komitmen Penghapusan Diskriminasi terhadap Perempuan: Capaian dan Tantangan”, sebagaimana dipantau melalui kanal YouTube Komnas Perempuan di Jakarta, Senin. Webinar tersebut digelar untuk memperingati Hari Ratifikasi Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW) Internasional. CEDAW menyoroti pentingnya prinsip kesetaraan […] - [Merayakan Gerakan Perempuan Indonesia, 40 Tahun Kalyanamitra dan 30 Tahun LBH APIK](https://kalyanamitra.or.id/berita/merayakan-gerakan-perempuan-indonesia-40-tahun-kalyanamitra-dan-30-tahun-lbh-apik/): 40 tahun perjalanan Kalyanamitra dan 30 tahun perjalanan LBH APIK di tahun 2025 ini menandai catatan perjuangan gerakan perempuan di Indonesia. Perayaan ulangtahun Kalyanamitra dan LBH APIK diisi dengan refleksi dan reorientasi gerakan perempuan di Indonesia. Perjalanan kedua organisasi ini tak mudah, dimana mereka lahir di di masa orde baru dengan kondisi pemerintah yang melarang lahirnya organisasi. Kelahiran organisasi dianggap berbahaya dan bisa menggoyang kekuasaan orde baru. Kalyanamitra kala itu mengambil jalan itu, berani memperjuangkan nasib perempuan di masa itu, dan melahirkan konsep-konsep dasar perjuangan gender dan feminisme di Indonesia sejak mereka lahir di tahun 1985. Perjuangan ini terlihat dalam […] - [Hadir di Lampung Selatan, Kalyanamitra Siap Berkolaborasi Dampingi Hak-Hak Perempuan](https://kalyanamitra.or.id/berita/hadir-di-lampung-selatan-kalyanamitra-siap-berkolaborasi-dampingi-hak-hak-perempuan/): DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda – Lembaga Kalyanamitra (Pusat Informasi dan Komunikasi Perempuan) melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, Selasa (14/01/2025). Jajaran Kalyanamitra diterima Staf Ahli Bupati Bidang Ekobang dan Kemasyarakatan Pemkab Lampung Selatan, Yanny Munawarty di ruang rapat Staf Ahli setempat. Direktur Eksekutif Kalyanamitra, Ika Agustina mengatakan, pihaknya memiliki fokus kerja pada upaya pemenuhan dan kesetaraan gender untuk melakukan pendampingan komunitas, advokasi dan kampanye pemajuan hak-hak Perempuan. “Jadi tujuan kami hadir di Kabupaten Lampung Selatan selain ingin bersilaturahmi juga melakukan pendampingan di tingkat desa tertentu pada kelompok wanita. Tentunya kami juga perlu berkolaborasi dengan pemerintah desa dan kabupaten,” kata Ika […] - [Upaya Memotret Praktik SDGs Desa](https://kalyanamitra.or.id/buku/upaya-memotret-praktik-sdgs-desa/): Deskripsi Kalyanamitra bekerjasama dengan Oxfam Indonesia melaksanakan program The Indonesian Women in Leadership (I WIL). Program ini mendukung komunitas masyarakat sipil di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat untuk mempromosikan keadilan gender dengan meningkatkan keberdayaan ekonomi perempuan, mendorong partisipasi politik perempuan, pengambilan keputusan dan kepemimpinan serta menghapuskan kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan. Tujuan umum program ini ialah agar perempuan, perempuan muda dan anak perempuan di Indonesia Timur semakin mandiri secara ekonomi, terlibat dalam keputusan-keputusan yang mempengaruhi hidup mereka, menduduki posisi kepemimpinan, dan terbebas dari kekerasan berbasis gender. Program ini diharapkan berdampak positif terhadap perempuan dengan terbukanya akses dan […] - [Dimensi Gender dalam Kejadian Stunting: Studi Kasus di Tiga Desadi Kec. Kalibawang, Kab. Kulon Progo, Provinsi DI YogyakartaTahun 2019-2021](https://kalyanamitra.or.id/hasil-studi/dimensi-gender-dalam-kejadian-stunting/): Deskripsi Menurut Bank Dunia dampak ekonomi stuntingbagi Indonesia sangat besar yaitu mencapai 2-3% per tahun dari Produk Domestik Bruto (PDB). Jika PDB Indonesia sekitar 13.000 triliun rupiah per tahun, maka potensi kerugian akibat stuntingper tahun mencapai 260-390 triliun rupiah. Alokasi belanja negara untuk program nasional pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting anak balitadi Indonesia sebesar 51,9 trilyun rupiah per tahun. Anak yang mengalami stunting memiliki perkembangan kecerdasan buruk, rentan terhadap penyakit, hingga kualitas produktivitasnya rendah pada usia produktif, padahal mereka adalah potensi tenaga kerja keluarga maupun negara. Hal itu menjadi beban keluarga, dan bagi keluarga miskin beban itu memperparah kondisi […] - [Laporan Studi Medikalisasi Praktik Pemotongan dan Perlukaan Genitalia Perempuan (P2GP)](https://kalyanamitra.or.id/hasil-studi/laporan-studi-medikalisasi-praktik-pemotongan-dan-perlukaan-genitalia-perempuan-p2gp/): Deskripsi Sampai saat ini praktik Pemotongan dan Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP) dengan berbagai bentuk masih dilakukan di Indonesia. Praktik ini dilakukan baik di perdesaan maupun di perkotaan. Berdasarkan perspektif gender dan hak asasi manusia, praktik ini merupakan salah satu bentuk kekerasan terhadap perempuan. Namun sayangnya praktik P2GP masih dilegitimasi oleh aturan pemerintah. Di sisi lain, masyarakat masih banyak yang  belum  memahami  bahwa  praktik  P2GP  membahayakan  kesehatan  reproduksi perempuan. Oleh karena itu, upaya advokasi perubahan kebijakan dan membangun pemahaman masyarakat perlu dilakukan dalam rangka penghapusan praktik P2GP di Indonesia. Studi medikalisasi P2GP di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang […] - [Leaders Are Not Born](https://kalyanamitra.or.id/buku/leaders-are-not-born/): Deskripsi Pembangunan di Indonesia belum sepenuhnya membawa perubahan yang signifikan terhadap tatanan kehidupan yang lebih setara dan adil antara kaum perempuan dan kaum laki-laki. Pembangunan dengan segala dimensinya bisa meminggirkan dan mendiskriminasi kaum perempuan terlibat mengisi arena kekuasaan publik, mengakses kesempatan, dan mengelola sumberdaya secara bertanggungjawab. Perempuan mengalami ketimpangan gender mulai dari perencanaan, penerapan dan pemanfaatan hasil-hasil pembangunan, kendali dan kritik atas pembangunan. Oleh  sebab  itu,  keberadaan  perempuan  di  posisi-posisi strategis  sebagai  pembuat  kebijakan  dan  penentu  keputusan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, masih perlu ditingkatkan jumlahnya. Sebagai contoh, jumlah pemilih perempuan dalam setiap Pemilu di Indonesia cukuplah besar, ironisnya  […] - [It's A Politics](https://kalyanamitra.or.id/buku/it-is-a-politics-rekam-jejak-pengalaman-perempuan-dalam-pemilu-2014/): Deskripsi Politik bagi kaum perempuan Indonesia bukanlah hal yang baru, karena sejak kolonisasi Belanda hal itu telah mereka perjuangkan.  Dengan  masuknya  gagasan  demokrasi  ke Hindia Belanda yang dibawa oleh kaum kolonial awal abad 19, kemudian di Indonesia marak wacana dan praktik politik yang menuntut kebebasan dan kemerdekaan dari penjajahan. Berbarengan dengan keadaan itu, perjuangan politik  perempuan  mencapai  titik  konsolidasinya  saat berlangsung Kongres Perempuan I di Jogjakarta pada 22-25 Desember 1928. Kongres ini terjadi beberapa bulan setelah Kongres  Pemuda,  28  Oktober  1928,  yang  menegaskan pentingnya Indonesia yang bersatu, berdaulat, dan merdeka. Tentulah bagi kaum perempuan Indonesia dan gerakannya, kongres itu menjadi […] - [Imaji Kepemimpinan Perempuan](https://kalyanamitra.or.id/buku/imaji-kepemimpinan-perempuan/): Deskripsi Membongkar perspektif yang keliru, sama sulitnya dengan mengukir sejarah dari perspektif perempuan. Oleh karena, sudah ribuan tahun lamanya dominasi cara berpikir maskulin bersemayam di dalam perspektif dan produk pengetahuan manusia. Tulisan salah satunya. Kekuatan bahasa lisan masih dominan dibandingkan tradisi menulis kita. Dalam hal ini, menulis esensinya ialah menarasikan rasa, karsa, kehendak, pergumulan, pengetahuan dan perpektif perempuan dalam bentuk teks atau tertulis, yang bisa menyimpan memori dalam kurun waktu yang lebih lama ke masa depan. Pengalaman yang diungkapkan kemudian menjadi pengetahuan baru yang bisa menginspirasi perempuan lainnya. Kekuatan tulisan perempuan ada pada pengalaman diri sendiri yang otentik dan kesadaran […] - [Buletin Perempuan Bergerak Edisi III_Juli-September 2013](https://kalyanamitra.or.id/buletin/buletin-perempuan-bergerak-edisi-iii_juli-september-2013/): Deskripsi Khitan perempuan merupakan salah satu praktik yang saat ini masih dilakukan di beberapa negara termasuk Indonesia. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan 140 juta anak perempuan maupun perempuan dewasa di Afrika, Timur Tengah, dan Asia mengalami mutilasi kelamin. Sementara UNICEF (badan PBB yang fokus pada kesehatan dan perlindungan anak) mengungkapkan bahwa 30 juta anak perempuan di bawah usia 15 tahun beresiko mengalami praktik khitan perempuan. Hal ini yang menjadi keprihatinan PBB, khusus- nya CEDAW Committee, sehingga tahun 2013, PBB mengeluarkan resolusi penghapusan terhadap praktik khitan perempuan dan menetapkan setiap tanggal 6 Februari diperingati sebagai Hari Internasional Tanpa Toleransi terhadap Khitan Perempuan. […] - [Buletin Perempuan Bergerak Edisi III_Juli - September 2012](https://kalyanamitra.or.id/buletin/buletin-perempuan-bergerak-edisi-iii_juli-september-2012/): Deskripsi Negara menjamin tiap warga negaranya untuk memeluk agama dan beribadat menu- rut agamanya, seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28E ayat 1 yang berbunyi: “Setiap orang berhak memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta ber- hak kembali”. Demikian juga dengan ayat 2 yang memberi kebebasan terhadap tiap warga Negara Indonesia untuk meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai hati nuraninya. Dan pada ayat 3, negara juga menjamin kebebasan warga negaranya untuk ber- serikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Meskipun UUD 1945 telah […] - [Buletin Perempuan Bergerak Edisi I_Januari-Maret 2012](https://kalyanamitra.or.id/buletin/buletin-perempuan-bergerak-edisi-i_januari-maret-2012/): Deskripsi Kekerasan terhadap perempuan, terutama perkosaan, menunjukan bahwa kita hidup dalam masyarakat yang masih mengedepankan laki-laki daripada perempuan. Budaya patriarchal masih dianut masyarakat di banyak tempat di Indonesia. Hal tersebut tercermin dalam aturan, norma sosial, moralitas, adab, dan sistem hukum dalam masyarakat yang masih mengacu kepada laki-laki sebagai subyek dan perempuan sebagai objek. Persoalan mendasar mengapa kekerasan terhadap perempuan, seperti perkosaan berulang kali terjadi, karena ada cara pandang atau cara berpikir yang salah mengenai posisi laki- laki. Akibatnya, semua perempuan cenderung dirugikan dan menjadi korban kekerasan. “Dengan  masih  adanya  pandangan  masyarakat  yang cenderung  menyalahkan  korban  atau  perempuan,  termasuk aparat negara […] - [Buletin Perempuan Bergerak Edisi IV_Oktober-Desember 2010](https://kalyanamitra.or.id/buletin/buletin-perempuan-bergerak-edisi-iv_oktober-desember-2010/): Deskripsi Indonesia telah menandatangani deklarasi MDGs pada KTT Millenium di New York, September 2000. Artinya, 10 tahun berlalu setelah penandatangan itu, adakah kemajuan berarti bagi Indonesia? Bagaimana capaian target-target yang telah ditentukan? Edisi Buletin Perempuan Bergerak  kali ini akan mengulasnya lebih jauh. Pemerintah Indonesia mencoba menunjukkan komitmennya untuk mencapai MDGs melalui Laporan Perkembangan Pencapaian Pembangu­nan Millenium (MDGs) pada Februari 2004. Laporan ini hendak menunjukan posisi capaian Indonesia sejak tahun 1990 hingga 2003, sekaligus analisa kecenderungannya. Pemerintah Indonesia pun menyatakan telah mengarusutamakan MDGs dalam pembangunannya melalui tahap perencanaan, penganggaran hingga pelaksanaan yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang 2005­-2025, Rencana Pembangunan […] - [Buletin Perempuan Bergerak Edisi I_Januari-Maret 2010](https://kalyanamitra.or.id/buletin/buletin-perempuan-bergerak-edisi-i_januari-maret-2010/): Deskripsi Peran dan posisi kaum perempuan di Indonesia meskipun masih harus me nempuh jalan panjang kemenangan, namun satu dekade belakang makin banyak diperdebatkan dan diperjuangkan. Dalam  berbagai  tingkatan,  kepentingan  kaum perempuan masih tetap memprihatinkan, sekalipun satu dua hal dalam hal-hal tertentu cukup berhasil memenangkan pertarungan sengit dengan sistem kekuasaan dan budaya yang ada. Misalnya, dari ratusan UU yang dihasilkan DPR dan Pemerintah hingga kini, sedikit UU yang khusus membela kepentingan perempuan. Sebagian besar hanya mengabdi kepada kekuasaan, yang mayoritas berada di tangan laki-laki. Dalam posisi rentan sepanjang sejarah, kaum perempuan makin menjauh dari berbagai hak kepentingannya. Akses yang serba terbatas, […] - [Buletin Perempuan Bergerak Edisi Perdana_April - Juli 2008](https://kalyanamitra.or.id/buletin/buletin-perempuan-bergerak-edisi-perdana_april-juli-2008/): Deskripsi “Kawan-kawan kalyanamitra, lama buletin Kalyanamedia tidak terbit. Berbagai masalah menjadi kendalanya. Dan, melalui pergumulan yang panjang, akhirnya kami putuskan untuk menerbitkan buletin kami yang baru. Dengan media buletin ini, kami berharap bisa menghilangkan rasa kangen kawan-kawan kalyanamitra. Buletin kalyanamitra kali ini bernama Perempuan Bergerak. Buletin Perempuan Bergerak merupakan sarana informasi kalyanamitra untuk menyediakan informasi kritis mengenai isu-isu perempuan. Buletin ini adalah wajah baru dengan semangat baru dan konteks yang baru. Mengapa kami mengubah namanya? Alasannya sederhana, pertama, kami ingin agar kawan- kawankalyanamitra lebih besar keterlibatannya dalam mewarnai buletin ini. Kedua, agar kawan-kawan kalyanamitra melihat jelas titik-pijak sikap politik kami […] ## Pages - [Tentang Kami](https://kalyanamitra.or.id/tentang-kami/) - [My account](https://kalyanamitra.or.id/my-account/) - [Checkout](https://kalyanamitra.or.id/checkout/) - [Cart](https://kalyanamitra.or.id/cart/) - [Shop](https://kalyanamitra.or.id/shop/) - [Baca Laporan Studi Medikalisasi Praktik Pemotongan dan Perlukaan Genitalia Perempuan (P2GP)](https://kalyanamitra.or.id/baca-laporan-studi-medikalisasi-praktik-pemotongan-dan-perlukaan-genitalia-perempuan-p2gp/) - [Baca Hasil Studi Dimensi Gender dalam Kejadian Stunting](https://kalyanamitra.or.id/baca-hasil-studi-dimensi-gender-dalam-kejadian-stunting/) - [Baca Buku Upaya Memotret Praktik SDGs Desa](https://kalyanamitra.or.id/baca-buku-upaya-memotret-praktik-sdgs-desa/) - [Baca Buku Imaji Kepemimpinan Perempuan](https://kalyanamitra.or.id/baca-buku-imaji-kepemimpinan-perempuan/) - [Baca Buku Leaders Are Not Born](https://kalyanamitra.or.id/baca-buku-leaders-are-not-born/) - [Baca Buku It’s A Politics](https://kalyanamitra.or.id/baca-buku-its-a-politics/) - [Beranda](https://kalyanamitra.or.id/): Hidup Menghidupi Feminisme Kalyanamitra merupakan organisasi yang memperjuangkan kesetaraan gender melalui aksi nyata dan dokumentasi pengalaman perempuan. Tentang Kami Siaran Pers “Meninjau Kembali Kemerdekaan Pasca Aksi Demonstrasi Masyarakat Sipil: Indonesia Masih dalam Penindasan!” Selengkapnya Siaran Pers Praesent quis bibendum metus. Morbi nisl ex, eleifend id orci in, fermentum consequat sapien. Selengkapnya Dokumen Fusce eu sapien imperdiet, aliquet augue et, cursus lectus. Sed convallis elit in dui consectetur rutrum. Selengkapnya Hidup Menghidupi Feminisme Kalyanamitra merupakan organisasi yang memperjuangkan kesetaraan gender melalui aksi nyata dan dokumentasi pengalaman perempuan. Tentang Kami Siaran Pers “Meninjau Kembali Kemerdekaan Pasca Aksi Demonstrasi Masyarakat Sipil: Indonesia Masih […] - [No Access](https://kalyanamitra.or.id/no-access/) - [Kontak](https://kalyanamitra.or.id/kontak/): Alamat Kantor Jl. SMA 14 No.17, RT.9/RW.9, Cawang, Kec. Kramat jati, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13630 Alamat Email ykm@indo.net.id Telepon Telpon: +62-21-4004712Fax: +62-21-4004713 Kanal Aduan focalpoint.kalyanamitra@protonmail.comfocalpoint@kalyanamitra.or.id Tanya Kalyanamitra Silakan isi formulir di bawah untuk bertanya seputar Kalyanamitra, program maupun kolaborasi bersama Kalyanamitra. - [Informasi](https://kalyanamitra.or.id/informasi/): Informasi Terbaru​ Artikel Berita - [Publikasi](https://kalyanamitra.or.id/publikasi/): Produk Pengetahuan Publikasi Terbaru Buku Kalyanamitra Hasil Studi Kalyanamitra Laporan Tahunan Kalyanamitra Buletin Kalyanamitra - [Strategi Program](https://kalyanamitra.or.id/tentang-kami/strategi-program/): Pengembangan Komunitas Pengembangan komunitas memiliki tujuan strategis dalam membangun kesadaran kritis perempuan terhadap hak-hak asasi yang melekat pada dirinya. Melalui proses ini, perempuan didorong untuk lebih peka terhadap isu-isu keadilan dan kesetaraan gender yang selama ini kerap terabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam jangka panjang, proses ini diharapkan dapat menumbuhkan kepemimpinan perempuan di tingkat komunitas, sehingga mereka mampu menjadi penggerak perubahan yang membawa manfaat nyata bagi lingkungannya. Advokasi Kebijakan Informasi, pengetahuan, serta pengalaman perempuan menjadi basis dari advokasi penyusunan dan pelaksanaan kebijakan publik yang lebih adil dan inklusif. Upaya ini bertujuan untuk mendorong perubahan sistemik yang berpihak pada kesetaraan gender. Advokasi […] - [Struktur Organisasi](https://kalyanamitra.or.id/tentang-kami/struktur-organisasi/): Bagan Kepengurusan Harian Kalyanamitra Periode 2024-2028 Tim Terbaik Kalyanamitra Saat ini Kalyanamitra memiliki tim kerja yang berkapasitas, bertanggung jawab, dan berkomitmen terhadap organisasi. Dewan Pembina Debra Helen Yatim Dewan Pembina Mia Siscawati Dewan Pembina Myra Diarsi Dewan Pembina Ratna Saptari Dewan Pembina Ruth Indiah Rahayu Dewan Pembina Sita Aripurnami Dewan Pembina Dewan Pengawas Andy Yentriyani Dewan Pengawas Miriam Nainggolan Dewan Pengawas Sri Hidayati Dewan Pengawas Dewan Pengurus Listyowati Ketua Pengurus Heygel The Rome Harianja Sekretaris Rena Herdiyani Bendahara Badan Pelaksana Harian Ika Agustina Direktur Eksekutif Joko Sulistyo Manajer Keorganisasian Elizabeth Shanty Wijayanti Koordinator Keuangan Lailatin Mubarokah Koordinator Pengelolaan Pengetahuan Windi […] - [Profil](https://kalyanamitra.or.id/tentang-kami/profil/): Kalyanamitra sebagai organisasi feminis di Indonesia, berkomitmen untuk terus konsisten memperjuangkan keadilan dan kesetaraan gender. Sejarah Kalyanamitra Kalyanamitra dalam bahasa Sanskerta artinya teman baik (Kalyana/kalyani, artinya “baik”; mitra  artinya  “teman”).  Kalyanamitra merupakan organisasi feminis yang lahir sebagai respons kritis terhadap ketimpangan dan kevakuman akan kepekaan dan kesadaran gender dalam keluarga, masyarakat, dan negara akibat penghancuran ideologis dan gerakan perempuan di Indonesia oleh rezim Orde Baru. Berdiri pada 28 Maret 1985 di Jakarta oleh Ratna Saptari, Sita Aripurnami, Myra Diarsi, Debra H Yatim dan Syarifah Sabaroeddin, Kalyanamitra menjadi organisasi perempuan nonpemerintah yang independen. Kalyanamitra  berbadan  hukum  “yayasan” melalui Akta No.66/28 Maret/1985 yang […] - [Coming Soon](https://kalyanamitra.or.id/coming-soon/): our website is under construction ## Products - [Evolusi Perempuan dari Klan Matriarkal Menuju Keluarga Patriarkal](https://kalyanamitra.or.id/shop/evolusi-perempuan-dari-klan-matriarkal-menuju-keluarga-patriarkal/): Buku Evolusi Perempuan dari Klan Matriarkal Menuju Keluarga Patriarkal mengkaji perubahan peran dan posisi perempuan dari masyarakat berbasis matriarki menuju struktur keluarga patriarkal. Karya ini menyoroti dinamika sosial, budaya, dan kekuasaan yang mempengaruhi status perempuan sepanjang sejarah. - [Bila Perkosaan Terjadi](https://kalyanamitra.or.id/shop/bila-perkosaan-terjadi/) - [Reproduksi dan Perjuangan Feminis](https://kalyanamitra.or.id/shop/reproduksi-dan-perjuangan-feminis/) - [Gerakan Perempuan dan Kesadarannya](https://kalyanamitra.or.id/shop/gerakan-perempuan-dan-kesadarannya/): Buku ini membahas perkembangan gerakan perempuan dan dinamika kesadaran yang menyertainya dalam memperjuangkan hak, kesetaraan, dan keadilan sosial. Melalui analisis historis dan kontemporer, ditunjukkan bagaimana gerakan perempuan bertransformasi dari kesadaran individual menuju kesadaran kolektif yang lebih terorganisir. Buku ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi, sekaligus strategi yang ditempuh untuk memperkuat posisi perempuan dalam berbagai ranah kehidupan. - [Gerakan Perempuan di Amerika Latin](https://kalyanamitra.or.id/shop/gerakan-perempuan-di-amerika-latin/): Transisi dari kekuasaan otoritarian menuju demokratis adalah tren yang paling penting pada dekade terakhir di dalam sejarah politik Amerika Latin. Periode yang dinamis ini tidak dapat dipahami tanpa mempertimbangkan akan pentingnya, bahkan terkadang sangat sentralnya akan peranan yang dimainkan oleh perempuan dalam membawa perubahan politik. Begitu juga perubahan peranan politik perempuan harus dilihat sebagai bagian dari konteks transisi politik. - [Perempuan Merdeka: Kisah Aktivisme Kaum Perempuan di Timor Leste](https://kalyanamitra.or.id/shop/perempuan-merdeka-kisah-aktivisme-kaum-perempuan-di-timor-leste/): Buku Perempuan Merdeka: Kisah Aktivisme Kaum Perempuan di Timor Leste mendokumentasikan perjalanan panjang perjuangan perempuan dalam memperjuangkan kebebasan, keadilan, dan kesetaraan di tengah konteks sejarah dan politik Timor Leste. Melalui kisah nyata para aktivis perempuan, buku ini mengungkap bagaimana mereka mengambil peran penting dalam perjuangan kemerdekaan, advokasi hak asasi manusia, serta pembangunan sosial setelah masa konflik. Narasi yang disajikan tidak hanya menyoroti keberanian dan ketangguhan perempuan, tetapi juga hambatan struktural dan kultural yang mereka hadapi dalam menegakkan suara di ruang publik. Selain itu, buku ini menampilkan strategi kolektif, solidaritas lintas generasi, serta kontribusi perempuan dalam membangun perdamaian dan demokrasi di Timor Leste. Dengan perspektif gender dan keadilan sosial, karya ini menjadi catatan penting mengenai aktivisme perempuan di wilayah pascakolonial, sekaligus sumber inspirasi bagi gerakan perempuan di berbagai belahan dunia. - [Kaum Perempuan dan Politik: Strategi Ekonomi Internasional](https://kalyanamitra.or.id/shop/kaum-perempuan-dan-politik-strategi-ekonomi-internasional/): Buku Kaum Perempuan dan Politik: Strategi Ekonomi Internasional membahas peran dan posisi perempuan dalam dinamika politik dan ekonomi global. Buku ini menyoroti bagaimana perempuan berinteraksi dengan kebijakan ekonomi internasional, perdagangan, dan institusi global, serta bagaimana strategi perempuan dapat memengaruhi pengambilan keputusan di tingkat nasional maupun internasional. Penulis menekankan bahwa perempuan bukan hanya objek kebijakan ekonomi, tetapi juga agen yang mampu merumuskan strategi, memperjuangkan kepentingan, dan mempromosikan keadilan jender dalam arena politik dan ekonomi. Dengan pendekatan analisis kritis, buku ini memperlihatkan hubungan antara kekuasaan, gender, dan pembangunan ekonomi, serta menyoroti tantangan yang dihadapi perempuan dalam mengakses sumber daya, posisi strategis, dan pengaruh politik di tataran internasional. Buku ini menjadi referensi penting bagi kajian jender, politik, dan ekonomi global, sekaligus mendorong pemahaman tentang pentingnya partisipasi perempuan dalam strategi pembangunan dan kebijakan internasional. - [Pelatihan Membangun Kepekaan Terhadap Kekerasan Dalam Rumah Tangga](https://kalyanamitra.or.id/shop/pelatihan-membangun-kepekaan-terhadap-kekerasan-dalam-rumah-tangga/) - [Perempuan dan Negara Dalam Era Indonesia Moderen](https://kalyanamitra.or.id/shop/perempuan-dan-negara-dalam-era-indonesia-moderen/): Dalam buku ini, Susan Blackburn menyelidiki bagaimana perempuan Indonesia terlibat dengan negara sejak mereka memulai mengorganisir dirinya satu abad lampau. Berbagai seruan pergerakan perempuan itu diungkapkan kembali dalam buku ini, menyangkut berbagai tuntutan misalnya pendidikan bagi perempuan dan pembaharuan hukum-hukum perkawinan. Buku ini meneliti hasil-hasil kedua belah pihak, baik dari kekuasaan negara maupun pergerakan perempuan, yang bertujuan meningkatkan kehidupan perempuan. Buku ini juga mempertanyakan dampak bagi kaum perempuan dalam perubahan akhir-akhir ini serta pengaruhnya terhadap negara, misalnya dalam masa transisi Indonesia menuju demokrasi dan pemilihan presiden perempuan yang pertama. - [Ibunda](https://kalyanamitra.or.id/shop/ibunda/): Ibunda adalah sebuah karya klasik yang mengangkat kisah perjuangan seorang wanita tua yang berani dalam dalam menghadapi ketidakadilan sosial dan politik di Rusia pada awal abad ke-20. Tokoh utamanya adalah Pelagia Vlassova, seorang wanita sederhana wanita sederhana yang menjalani hidup yang keras dan penuh ketakutan karena suaminya yang gemar memukulnva dan membuat keributan tiap kali mabuk. - [Pergolakan Pemikiran dan Politik Perempuan](https://kalyanamitra.or.id/shop/pergolakan-pemikiran-dan-politik-perempuan/): Pergolakan Pemikiran dan Politik Perempuan adalah judul buku esai dari penulis Mesir, Nawal el-Saadawi, yang menghimpun gagasan kritisnya mengenai feminisme dan politik. Melalui karyanya, el-Saadawi menyuarakan pengalaman dan perlawanan terhadap opresi, diskriminasi, dan kekerasan yang dialami perempuan dalam sistem patriarki, menjadikannya ikon feminis meskipun karyanya sering mengalami penyensoran. [comment]: # (Generated by Hostinger Tools Plugin)